Senin, 02 Juni 2014

fifa piala dunia 2014

Piala Dunia FIFA, atau sering disebut Piala Dunia saja, adalah kompetisi sepak bola internasional yang diikuti oleh tim nasional putra senior anggota Fédération Internationale de Football Association (FIFA), badan pengatur sepak bola dunia. Kejuaraan ini telah diselenggarakan setiap empat tahun sekali sejak turnamen 1930, kecuali pada tahun 1942 dan 1946, yang tidak diselenggarakan karena Perang Dunia II. Juara Piala Dunia saat ini adalah Spanyol, yang menjuarai turnamen 2010 di Afrika Selatan.
Format turnamen saat ini diikuti oleh 32 tim yang bersaing memperebutkan gelar juara di gelanggang olahraga di negara tuan rumah dalam waktu sekitar satu bulan; babak ini sering disebut dengan Final Piala Dunia. Tahap kualifikasi, yang saat ini diselenggarakan dalam waktu tiga tahun menjelang Piala Dunia, digelar untuk menentukan tim mana yang akan lolos ke turnamen, bersama dengan negara tuan rumah.
19 turnamen Piala Dunia telah dimenangkan oleh delapan tim nasional berbeda. Brasil telah menjuarai Piala Dunia sebanyak lima kali, dan merupakan satu-satunya tim yang secara rutin mengikuti setiap turnamen. Juara Piala Dunia lainnya adalah Italia, dengan empat gelar juara; Jerman Barat dengan tiga gelar juara; Argentina dan Uruguay dengan dua gelar juara; serta Inggris, Perancis, dan Spanyol dengan satu gelar juara masing-masingnya.
Piala Dunia adalah salah satu kompetisi olahraga yang paling banyak disaksikan di dunia, bahkan melampaui Olimpiade; diperkirakan 715,1 juta orang di seluruh dunia menyaksikan pertandingan final Piala Dunia FIFA 2006 yang digelar di Jerman.[1] Tiga Piala Dunia berikutnya akan diselenggarakan di Brasil pada 2014, di Rusia pada 2018, dan di Qatar pada 2022.

Sejarah

Jules Rimet, penggagas Piala Dunia FIFA pertama.

Kompetisi internasional sebelumnya

Pertandingan sepak bola internasional pertama di dunia dimainkan di Glasgow pada tahun 1872 antara Skotlandia dengan Inggris,[2] yang berakhir imbang dengan skor 0–0. Turnamen sepak bola internasional pertama adalah British Home Championship, yang digelar pertama kali pada tahun 1884.[3] Setelah tumbuh dan populer di belahan dunia lainnya pada pergantian abad ke-20, sepak bola mulai dipertandingkan sebagai olahraga demonstrasi tanpa medali dalam Olimpiade Musim Panas 1900 dan 1904 (meskipun demikian, IOC secara bertahap memperbarui status olahraga ini menjadi pertandingan resmi), dan juga pada Olimpiade Interkala 1906.[4]
Setelah FIFA didirikan pada tahun 1904, badan ini berupaya untuk menyelenggarakan turnamen sepak bola internasional antarnegara yang berada di luar program Olimpiade; turnamen ini digelar di Swiss pada tahun 1906. Kompetisi ini masih sangat awal bagi perkembangan sepak bola internasional, dan sejarah resmi FIFA menjelaskan bahwa kompetisi ini adalah sebuah kegagalan.[5]
Dalam Olimpiade Musim Panas 1908 di London, sepak bola dijadikan sebagai kompetisi resmi. Direncanakan oleh The Football Association (FA), badan pengatur sepak bola Inggris, kompetisi ini hanya diperuntukkan bagi pemain amatir dan pada saat itu lebih dianggap sebagai pertunjukan ketimbang pertandingan. Britania Raya (diwakili oleh tim nasional sepak bola amatir Inggris) memenangkan medali emas. Mereka kembali mengulangi prestasi tersebut dalam Olimpiade Musim Panas 1912 di Stockholm.
Setelah dipertandingkan di Olimpiade dengan hanya diikuti oleh tim-tim amatir, Sir Thomas Lipton menggagas penyelenggaraan turnamen Sir Thomas Lipton Trophy di Torino pada tahun 1909. Turnamen Lipton merupakan kejuaraan antartim individu (bukannya tim nasional) dari berbagai negara berbeda, dengan satu tim mewakili satu negara. Kompetisi ini kadang disebut dengan Piala Dunia Pertama,[6] yang diikuti oleh klub-klub profesional paling bergengsi dari Italia, Jerman, dan Swiss, namun FA Inggris menolak dikaitkan dengan kompetisi ini dan tidak bersedia mengirimkan tim profesional untuk berlaga dalam turnamen Lipton. Sementara itu, Lipton mengundang West Auckland, tim sepak bola amatir dari County Durham, untuk berlaga mewakili Inggris. West Auckland memenangkan turnamen ini, dan berhasil mempertahankan gelar juara mereka setelah ikut kembali pada tahun 1911.
Pada tahun 1914, FIFA setuju untuk mengakui turnamen Olimpiade sebagai "kejuaraan sepak bola dunia bagi tim amatir", dan bertanggung jawab untuk menyelenggarakan pertandingan tersebut.[7] Hal ini membuka jalan bagi penyelenggaraan kompetisi sepak bola antarbenua pertama di dunia, yakni dalam Olimpiade Musim Panas 1920, yang diikuti oleh Mesir dan tiga belas tim Eropa, dan dimenangkan oleh Belgia.[8] Uruguay memenangkan dua turnamen Olimpiade berikutnya pada tahun 1924 dan 1928. Dua ajang terakhir juga menjadi kejuaraan dunia terbuka pertama, dan oleh sebab itu 1924 adalah awal dimulainya era profesional FIFA.

Piala Dunia sebelum Perang Dunia II

Tim Uruguay menjuarai Piala Dunia 1930.
Estadio Centenario, lokasi penyelenggaraan final Piala Dunia pertama pada tahun 1930 di Montevideo, Uruguay
Didorong oleh kesuksesan turnamen sepak bola Olimpiade, FIFA, yang dipimpin oleh Presiden Jules Rimet, mulai mencari kesempatan untuk menyelenggarakan turnamen sepak bola internasional yang terpisah dari Olimpiade. Pada 28 Mei 1928, Kongres FIFA di Amsterdam memutuskan akan menggelar kejuaraan dunia sendiri.[9] Karena Uruguay adalah pemegang dua kali gelar kejuaraan sepak bola dunia pada saat itu, dan juga dalam rangka memperingati seratus tahun kemerdekaan mereka pada tahun 1930, FIFA menetapkan Uruguay sebagai negara tuan rumah turnamen Piala Dunia pertama.
Asosiasi sepak bola nasional dari negara-negara terpilih diundang untuk mengirimkan tim, namun pemilihan Uruguay sebagai tuan rumah kompetisi menyebabkan tim Eropa harus melakukan perjalanan panjang dan berbiaya mahal menyeberangi Samudera Atlantik untuk mencapai Uruguay. Oleh sebab itu, tidak satupun negara Eropa yang berjanji untuk mengirimkan tim, bahkan dua bulan menjelang kompetisi dimulai. Rimet akhirnya membujuk tim Belgia, Perancis, Rumania, dan Yugoslavia untuk berangkat ke Uruguay. Pada akhirnya, kompetisi ini diikuti oleh tiga belas negara; tujuh dari Amerika Selatan, empat dari Eropa, dan dua dari Amerika Utara.
Dua pertandingan Piala Dunia pertama berlangsung dalam waktu yang bersamaan pada tanggal 13 Juli 1930, pertandingan ini dimenangkan oleh Perancis dan Amerika Serikat, yang masing-masingnya mengalahkan Meksiko 4–1 dan Belgia 3–0. Gol pertama dalam sejarah Piala Dunia dicetak oleh Lucien Laurent dari Perancis.[10] Pada babak final, Uruguay mengalahkan Argentina dengan skor 4–2 di depan kerumunan 93.000 penonton di Montevideo, dan dengan demikian menjadi negara pertama yang menjuarai Piala Dunia.[11]
Setelah penyelenggaraan Piala Dunia, Olimpiade Musim Panas 1932 yang digelar di Los Angeles tidak berencana untuk menyertakan sepak bola sebagai bagian dari pertandingan Olimpiade karena rendahnya popularitas cabang olahraga tersebut di Amerika Serikat, yang disebabkan oleh semakin meningkatnya popularitas sepak bola Amerika (sepak bola disebut soccer di Amerika). FIFA dan Komite Olimpiade Internasional juga tidak sepaham mengenai status pemain amatir, dan alhasil, sepak bola disingkirkan dari program Olimpiade.[12] Sepak bola kembali dipertandingkan dalam Olimpiade Musim Panas 1936, meskipun saat itu dibayang-bayangi oleh ajang Piala Dunia yang lebih bergengsi.
Masalah-masalah yang dihadapi dalam penyelenggaraan turnamen Piala Dunia awal adalah kesulitan untuk melakukan perjalanan antarbenua, serta peperangan. Beberapa tim Amerika Selatan tidak bersedia berangkat ke Eropa untuk mengikuti turnamen 1934 dan 1938, dan satu-satunya tim Amerika Selatan yang berkompetisi pada kedua ajang tersebut hanyalah Brasil. Piala Dunia 1942 dan 1946, yang rencananya akan digelar di Jerman Nazi dan Brasil, dibatalkan karena pecahnya Perang Dunia II.[13]

Piala Dunia setelah Perang Dunia II

Piala Dunia 1950, yang diadakan di Brasil, adalah Piala Dunia pertama yang diikuti oleh negara-negara Britania (Skotlandia dan Inggris). Britania Raya keluar dari FIFA pada tahun 1920, sebagian disebabkan oleh keengganan untuk bertanding dengan negara-negara yang pernah berperang dengan mereka, dan sebagian lagi sebagai bentuk protes atas pengaruh asing dalam cabang sepak bola yang mereka ciptakan.[14] Britania akhirnya kembali bergabung pada tahun 1946 setelah diundang secara khusus oleh FIFA.[15] Turnamen 1950 juga kembali diikuti oleh Uruguay yang memboikot dua Piala Dunia sebelumnya. Uruguay sekali lagi menjuarai turnamen setelah mengalahkan tuan rumah Brasil dalam pertandingan yang dijuluki "Maracanazo" (bahasa Portugis: Maracanaço).
Peta 'hasil terbaik' negara-negara peserta Piala Dunia
Dari tahun 1934 hingga 1978, 16 tim berkompetisi dalam setiap turnamen, kecuali pada 1938, saat Austria disatukan dengan Jerman Nazi setelah kualifikasi, yang menyebabkan Piala Dunia saat itu hanya diikuti oleh 15 tim, dan pada tahun 1950, saat India, Skotlandia, dan Turki mengundurkan diri dari kompetisi, sehingga turnamen hanya diikuti oleh 13 tim.[16] Sebagian besar negara yang berpartisipasi berasal dari Eropa dan Amerika Selatan, dan sebagian kecil dari Amerika Utara, Afrika, Asia, dan Oseania. Tim-tim ini biasanya dikalahkan dengan mudah oleh tim Eropa dan Amerika Selatan. Hingga 1982, tim dari luar Eropa dan Amerika Selatan yang berhasil melewati babak penyisihan adalah: Amerika Serikat, semifinal pada 1930; Kuba, perempat final pada 1938; Korea Utara, perempat final pada 1966; dan Meksiko, perempat final pada 1970.

Penambahan menjadi 32 tim

Peserta turnamen ditambah menjadi 24 tim pada tahun 1982,[17] dan kemudian ditambah lagi menjadi 32 tim pada 1998,[18] yang sekaligus memungkinkan lebih banyak tim dari Afrika, Asia, dan Amerika Utara untuk ikut berpartisipasi. Sejak saat itu, tim dari kawasan-kawasan ini telah menjadi lebih sukses, beberapa di antaranya telah mencapai babak perempat final, yakni Meksiko pada 1986; dan Kamerun pada 1990. Korea Selatan bahkan menempati posisi keempat pada tahun 2002, sedangkan Senegal menembus perempat final pada tahun yang sama. Tim non-Eropa dan Amerika Selatan terakhir yang sukses melaju ke babak perempat final adalah Ghana pada tahun 2010. Meskipun demikian, tim-tim Eropa dan Amerika Selatan masih saja mendominasi, misalnya dalam perempat final Piala Dunia 1994, 1998, dan 2006, yang kesemua timnya berasal dari Eropa atau Amerika Selatan.
Dua ratus tim mengikuti kualifikasi Piala Dunia FIFA 2002, dan 198 negara bersaing untuk lolos ke Piala Dunia FIFA 2006. Rekor terbanyak dipecahkan saat 204 negara mengikuti kualifikasi Piala Dunia FIFA 2010.[19]

Kemungkinan penambahan 40 tim

Pada bulan Oktober 2013, Sepp Blatter berbicara mengenai jaminan keikutsertaan negara-negara yang tergabung dalam Uni Sepak Bola Karibia di Piala Dunia.[20] Dalam majalah FIFA Weekly edisi 25 Oktober 2013, Blatter menulis:
Dari sudut pandang olahraga murni, saya ingin melihat globalisasi ini pada akhirnya ditindak serius, dan asosiasi nasional Asia dan Afrika telah diberi status layak di Piala Dunia FIFA. Tidak bisa dibiarkan jika konfederasi Eropa dan Amerika Selatan mengklaim mayoritas tempat di Piala Dunia FIFA".[21]
Dengan pernyataannya tersebut, Blatter dianggap layak mencalonkan diri kembali dalam pemilihan Presiden FIFA berikutnya.[22] Setelah penerbitan majalah tersebut, lawan Blatter yang paling potensial dalam pemilihan Presiden FIFA, Presiden UEFA Michel Platini, menanggapi dengan menyatakan bahwa ia bermaksud untuk memperluas keikutsertaan Piala Dunia menjadi 40 tim, atau menambah jumlah peserta sebanyak delapan tim. Platini berkata bahwa ia akan mengalokasikan dua tim tambahan untuk UEFA, dua untuk AFC dan CAF, dua untuk CONCACAF dan CONMEBOL, serta dua lagi untuk OFC.[23] Lebih lanjut, Platini menjelaskan: "Kami membutuhkan wakil Afrika dan Asia lebih banyak lagi. Tapi daripada mengurangi jumlah kontestan dari Eropa, kami seharusnya bisa menambah jumlah kontestan menjadi 40 tim [...] jadi kenapa tidak menambah lebih banyak tim Afrika? Kompetisi ini diperuntukkan bagi semua orang dari seluruh dunia. Jika tidak memberikan kesempatan pada mereka untuk berpartisipasi, mereka tidak akan berkembang."[23]

Turnamen FIFA lainnya

Sebuah turnamen serupa yang diperuntukkan bagi sepak bola putri, yakni Piala Dunia Wanita FIFA, diselenggarakan pertama kali pada tahun 1991 di Republik Rakyat Tiongkok.[24] Skala dan profil turnamen sepak bola putri ini lebih kecil jika dibandingkan dengan turnamen putra, namun telah tumbuh secara bertahap; jumlah peserta yang mengikuti kualifikasi turnamen 2007 adalah 120, meningkat dua kali lipat dari turnamen 1991.
Sepak bola telah dipertandingkan dalam setiap penyelenggaraan Olimpiade Musim Panas, kecuali tahun 1896 dan 1932. Tidak seperti cabang olahraga kebanyakan, sepak bola Olimpiade bukanlah turnamen tingkat atas. Sejak 1992, masing-masing tim yang berlaga dalam turnamen U-23 diizinkan mengikutsertakan tiga pemain yang berusia lebih tua.[25] Sepak bola putri pertama kali dipertandingkan pada Olimpiade Musim Panas 1996, yang diikuti oleh tim nasional penuh tanpa adanya batasan usia.
Piala Konfederasi FIFA adalah turnamen yang digelar setahun menjelang Piala Dunia di negara tuan rumah sebagai gladi resik sebelum penyelenggaraan Piala Dunia. Kompetisi ini diikuti oleh tim pemenang dari masing-masing konfederasi FIFA, beserta pemenang Piala Dunia FIFA terakhir dan negara tuan rumah.[26]
FIFA juga menyelenggarakan turnamen internasional bagi sepak bola remaja (Piala Dunia U-20 FIFA, Piala Dunia U-17 FIFA, Piala Dunia Wanita U-20 FIFA, dan Piala Dunia Wanita U-17 FIFA), sepak bola klub (Piala Dunia Antarklub FIFA), serta ragam sepak bola lainnya seperti futsal (Piala Dunia Futsal FIFA) dan sepak bola pantai (Piala Dunia Sepak Bola Pantai FIFA). Sejak tahun 2010, Piala Dunia Wanita U-20 dalam sepak bola putri memiliki posisi yang setara dengan Piala Konfederasi dalam sepak bola putra. Piala Dunia Wanita U-20 diselenggarakan setahun sebelum Piala Dunia Wanita di negara tuan rumah yang sama, dan turnamen U-20 berperan sebagai gladi resik sebelum turnamen Piala Dunia Wanita.

Trofi

Dari tahun 1930 hingga 1970, Trofi Jules Rimet diberikan kepada tim yang menjuarai Piala Dunia. Trofi ini awalnya hanya dikenal dengan nama Piala Dunia atau Coupe du Monde, namun pada 1946 namanya diganti menjadi Trofi Jules Rimet untuk menghormati Presiden FIFA Jules Rimet, penggagas turnamen Piala Dunia pertama. Pada 1970, Brasil menyimpan trofi ini secara permanen setelah menjuarai turnamen untuk ketiga kalinya. Namun, trofi tersebut dicuri pada tahun 1983 dan tak pernah ditemukan, dan kemudian diketahui bahwa trofi tersebut telah dilebur oleh sang pencuri.[27]
Setelah 1970, trofi baru yang dikenal dengan Trofi Piala Dunia FIFA dirancang. Para ahli FIFA, yang berasal dari tujuh negara berbeda, menilai 53 model trofi yang disajikan, dan akhirnya memilih trofi karya pematung Italia Silvio Gazzaniga. Trofi baru ini memiliki tinggi sepanjang 36 cm (14.2 in), terbuat dari 75% emas murni 18 karat, dan memiliki berat 6.175 kg (13,613.5 lb). Bagian dasarnya dilapisi oleh perunggu semimulia, sedangkan di bagian bawah trofi terukir tahun dan nama masing-masing pemenang Piala Dunia FIFA sejak 1974. Gazzaniga mengumpamakan trofi ini sebagai berikut: "Kemenangan keluar dari dasar, menaiki spiral, merentangkan tangan untuk menerima dunia. Tubuh padat patung berbentuk dua atlet dalam momen kemenangan yang mengharukan."[28]
Trofi baru ini tidak diberikan kepada negara pemenang secara permanen. Pemenang Piala Dunia diperbolehkan menyimpan trofi hingga turnamen berikutnya, dan kemudian akan diberi replika trofi berlapis emas, bukannya emas murni seperti aslinya.[29]
Saat ini, keseluruhan anggota tim (pemain, pelatih, dan manajer) yang menempati posisi tiga besar menerima medali dengan lambang Trofi Piala Dunia; emas untuk pemenang, perak untuk peringkat kedua, dan perunggu untuk peringkat ketiga. Pada Piala Dunia FIFA 2002, medali peringkat keempat dianugerahkan kepada tuan rumah Korea Selatan. Sebelum turnamen 1978, medali hanya diberikan kepada sebelas pemain yang berada di lapangan pada akhir pertandingan final dan penentuan tempat ketiga. Pada November 2007, FIFA mengumumkan bahwa semua anggota skuat Piala Dunia 1930 sampai 1974 akan dianugerahi medali pemenang.[30][31][32]

Format

Kualifikasi

Sejak Piala Dunia kedua pada tahun 1934, turnamen kualifikasi telah diselenggarakan di lapangan mirip turnamen final.[33] Turnamen ini diadakan dalam enam zona benua FIFA (Afrika, Asia, Amerika Utara, Tengah dan Karibia, Amerika Selatan, Oseania, dan Eropa), yang diawasi oleh konfederasi masing-masing. Untuk setiap turnamen, FIFA memutuskan jumlah tempat yang diberikan kepada masing-masing zona benua, umumnya didasarkan pada kekuatan relatif tim-tim dalam konfederasi.
Kualifikasi Piala Dunia dimulai paling cepat tiga tahun dan selambat-lambatnya dua tahun sebelum turnamen final. Format turnamen kualifikasi ini berbeda antarkonfederasi. Biasanya, satu atau dua tempat diberikan kepada pemenang pertandingan penentuan (play-off) antarbenua. Sebagai contoh, pemenang zona Oseania dan peringkat kelima zona Asia bertanding memperebutkan satu tempat dalam kualifikasi Piala Dunia 2010.[34] Sejak Piala Dunia 1938 dan seterusnya, negara tuan rumah secara otomatis lolos ke turnamen final. Hak ini juga diberikan kepada juara bertahan pada Piala Dunia 1938 hingga 2002, namun sejak Piala Dunia FIFA 2006 dan seterusnya, juara bertahan diharuskan untuk mengikuti kualifikasi. Brasil, pemenang Piala Dunia 2002, adalah juara bertahan pertama yang ikut serta dalam pertandingan kualifikasi.[35]

Turnamen final

Pemain Brasil Djalma Santos (kiri), Pelé (sedang menangis) dan Gilmar setelah menjuarai Piala Dunia 1958.
Turnamen final saat ini diikuti oleh 32 tim nasional yang berkompetisi selama lebih dari satu bulan di negara tuan rumah. Ada dua babak dalam turnamen final, yakni babak penyisihan grup dan babak gugur.[36]
Pada babak penyisihan grup, tim berkompetisi dalam delapan grup, dengan masing-masing grup terdiri dari empat tim. Delapan tim unggulan, termasuk tuan rumah, dipilih dengan memakai rumus yang berdasarkan Peringkat Dunia FIFA dan/atau penampilannya pada Piala Dunia terakhir, kemudian masing-masingnya dimasukkan ke dalam grup terpisah.[37] Tim-tim lainnya dibagi ke dalam "pot" berbeda, biasanya pembagian ini disesuaikan dengan kriteria geografis, dan tim pada masing-masing pot diambil secara acak untuk dimasukkan ke dalam delapan grup. Sejak 1998, telah diupayakan untuk memastikan bahwa tidak ada grup yang berisi lebih dari dua tim Eropa atau lebih dari satu tim dari masing-masing konfederasi.[a]
Masing-masing grup bertanding dengan sistem kompetisi melingkar; setiap tim dijadwalkan untuk memainkan tiga pertandingan melawan tim lainnya dari grup yang sama. Agar adil bagi keempat tim, putaran terakhir pertandingan pada masing-masing grup dijadwalkan pada waktu yang bersamaan.[b] Dua tim teratas dari setiap grup maju ke babak gugur. Poin digunakan untuk menentukan peringkat tim di dalam grup. Sejak 1994, tiga poin diperlukan untuk menjadi pemenang, dengan satu permainan imbang dan tidak ada kekalahan (sebelumnya, pemenang menerima dua poin).
Peringkat masing-masing tim pada setiap grup ditentukan sebagai berikut:[40]
  1. Jumlah poin terbaik dalam pertandingan grup
  2. Selisih gol terbaik dalam pertandingan grup
  3. Jumlah gol terbaik yang dicetak dalam pertandingan grup
  4. Jika lebih dari satu tim mendapat peringkat yang sama, maka peringkat mereka akan ditentukan dengan cara:
    1. Jumlah poin terbaik dalam pertandingan berhadapan antara tim-tim terkait
    2. Selisih gol terbaik dalam pertandingan berhadapan antara tim-tim terkait
    3. Jumlah gol terbaik yang dicetak dalam pertandingan berhadapan antara tim-tim terkait
  5. Jika ada tim yang poinnya masih imbang setelah menerapkan kriteria di atas, maka penentuan peringkat akan ditentukan dengan diundi oleh FIFA
Pada babak gugur, tim yang lolos bermain dengan sistem gugur; masing-masing tim akan memainkan satu pertandingan dengan tim lainnya, perpanjangan waktu dan adu penalti akan digunakan untuk menentukan pemenang jika diperlukan. Babak ini dimulai dengan putaran 16 besar (atau putaran kedua), dengan juara di masing-masing grup akan menghadapi peringkat kedua dari grup lainnya. Putaran 16 dilanjutkan oleh perempat final, semifinal, dan penentuan tempat ketiga (diikuti oleh tim yang kalah pada semifinal), dan terakhir adalah putaran final.[36]

Tuan rumah

Proses pemilihan

Pemilihan Rusia sebagai tuan rumah Piala Dunia FIFA 2018.
Pada awalnya, Piala Dunia diselenggarakan oleh negara-negara yang dipilih melalui kongres FIFA. Pemilihan lokasi ini seringkali kontroversial karena Amerika Selatan dan Eropa, dua pusat kekuatan utama sepak bola, berjarak sangat jauh dan perjalanannya menghabiskan waktu tiga minggu dengan kapal laut. Sebagai contoh, Piala Dunia pertama di Uruguay hanya diikuti oleh empat negara Eropa, itupun setelah didesak oleh Presiden FIFA.[41] Dua Piala Dunia berikutnya diselenggarakan di Eropa. Keputusan FIFA yang memilih Perancis sebagai tuan rumah Piala Dunia 1938 dikecam; negara-negara Amerika Selatan telah sepakat bahwa lokasi Piala Dunia akan bergantian antara dua benua tersebut. Akibatnya, Argentina dan Uruguay memboikot Piala Dunia FIFA 1938.[42]
Sejak 1958, untuk menghindari boikot atau kontroversi yang mungkin terjadi di masa depan, FIFA mulai menerapkan pola tuan rumah bergiliran antara Eropa dan Amerika, yang tetap digunakan hingga Piala Dunia FIFA 1998. Piala Dunia FIFA 2002, yang diselenggarakan bersama-sama oleh Korea Selatan dan Jepang, adalah Piala Dunia pertama yang digelar di Asia, dan satu-satunya turnamen yang dituan rumahi oleh lebih dari satu negara.[43] Afrika Selatan menjadi negara Afrika pertama yang menjadi tuan rumah Piala Dunia pada tahun 2010. Piala Dunia FIFA 2014 akan diselenggarakan di Brasil, pertama kalinya diadakan di Amerika Selatan sejak 1978,[44] dan juga menjadi ajang pertama yang diselenggarakan di luar Eropa dua kali berturut-turut.
Saat ini, negara tuan rumah dipilih melalui pemungutan suara oleh Komite Eksekutif FIFA. Pemilihan ini dilakukan dengan menggunakan sistem surat suara lengkap. Asosiasi sepak bola nasional di negara yang ingin menjadi tuan rumah Piala Dunia menerima "Perjanjian Penyelenggaraan" dari FIFA, yang menjelaskan mengenai langkah-langkah dan persyaratan yang harus dipenuhi oleh negara calon. Asosiasi sepak bola yang mengajukan pencalonan juga menerima sebuah formulir berupa konfirmasi resmi dari si pencalon. Setelah itu, panitia yang ditunjuk oleh FIFA akan mengunjungi negara calon tuan rumah untuk menilai apakah negara tersebut memenuhi persyaratan untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia, dan kemudian membuat laporan untuk dikirim pada Komite Eksekutif FIFA. Meskipun demkian, ada situasi saat tuan rumah Piala Dunia mendatang diumumkan pada waktu yang bersamaan, misalnya dalam pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022, yang masing-masingnya diberikan kepada Rusia dan Qatar.
Untuk Piala Dunia 2010 dan 2014, penyelenggaraan turnamen digilirkan antarkonfederasi, yang memungkinkan hanya negara dari konfederasi terpilih (Afrika pada 2010, Amerika Selatan pada 2014) yang berhak mengajukan pencalonan untuk menjadi tuan rumah. Kebijakan ini diperkenalkan setelah adanya kontroversi seputar kemenangan Jerman atas Afrika Selatan dalam pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2006. Akan tetapi, kebijakan giliran antarkonfederasi ini tidak diterapkan setelah Piala Dunia 2014. Oleh sebab itu, setiap negara, kecuali yang berada dalam konfederasi yang menjadi tuan rumah turnamen sebelumnya, dapat mengajukan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia mulai 2018.[45] Hal ini dilakukan untuk menghindari skenario serupa seperti yang terjadi dalam pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2014, yang mana pada saat itu Brasil adalah satu-satunya negara yang mencalonkan diri secara resmi.

Penampilan

Enam dari delapan juara Piala Dunia meraih gelar tersebut saat bermain di kandang mereka, dengan pengecualian Brasil, yang menempati posisi dua setelah kalah pada laga penentuan di kandang sendiri, dan Spanyol, yang hanya melaju hingga putaran kedua di kandang sendiri pada tahun 1982. Inggris (1966) dan Perancis (1998) meraih gelar juara satu-satunya saat menjadi tuan rumah. Uruguay (1930), Italia (1934), dan Argentina (1978) meraih gelar juara pertama mereka juga saat menjadi tuan rumah, serta Jerman Barat (1974) yang meraih gelar juara keduanya saat bermain di kandang sendiri.
Negara-negara lainnya juga terbilang sukses saat menjadi tuan rumah Piala Dunia. Swedia (peringkat kedua pada 1958), Chili (peringkat ketiga pada 1962), Korea Selatan (peringkat keempat pada 2002), dan Meksiko (perempat final pada 1970 dan 1986) meraih hasil terbaik ketika menjadi tuan rumah Piala Dunia. Sejauh ini, Afrika Selatan adalah satu-satunya negara tuan rumah yang gagal melaju melewati putaran pertama.

spesifikasi nokia x

      • Nokia X Dual SIM
        63mm
      • Nokia X Dual SIM 
         
        Detailed specifications for the Nokia XMore product information

            
        An overview
            
        latest Offers
            
        Accessories
            
        Ratings and reviews
            
        Compare products
            
        endorsement

            
        Share in Facebook
            
        Tweet

            
        glance
                    
        Nokia X Dual SIM
                    
        63mm
                    
        Nokia X Dual SIM
                    
        115.5 mm
                    
        10.4 mm
                    
        The main camera sensor size : 3 MP
                    
        Screen size : 4 ''
                    
        Name processor : Qualcomm Snapdragon ™ S4
                    
        Maximum 3G talk time : 10.5 hours
                    
        Maximum music playback time : 26H
                    
        Share your photos : Twitter ; Facebook ; Send as an email attachment ; Sharing via Bluetooth
                    
        Social applications : Facebook ; Twitter ; WeChat ; Viber ; Skype
                    
        black
                    
        cyan
                    
        bright_green
                    
        red
                    
        white
                    
        yellow

            
        Desain1
                
        dimension
                    
        Length : 115.5 mm
                    
        Width : 63 mm
                    
        Thickness : 10.4 mm
                    
        Weight : 128.7 g
                
        Screen and User Interface
                    
        Screen size : 4 ''
                    
        Screen resolution : WVGA ( 800 x 480 )
                    
        Features display : Brightness control , tactile response , orientation sensor , Nokia Glance screen , double knock on the screen , wide viewing angle
                    
        Color display : TrueColor ( 24-bit/16 M )
                    
        Aspect ratio : 15:9
                    
        Pixel density : 233 ppi
                    
        Display technology : LCD
                    
        Touch screen technology : two- point capacitive touch
                    
        Sensors : Ambient Light Sensor , Accelerometer , Proximity Sensor
                
        Keys and Input Methods
                    
        User Input : Touch
                    
        Special hardware buttons : Volume buttons , Power / Lock , Button back
                
        The form factor
                    
        Form factor : Monoblock touch

            
        hardware
                
        connectivity
                    
        SIM card type : Micro SIM
                    
        Two SIM : Both SIM Active
                    
        Charging connector : Micro - USB
                    
        AV Connectors : 3.5 mm audio connector
                    
        Connector system : Micro - USB - B
                    
        USB : USB 2.0
                    
        Bluetooth profiles : Headset Profile ( HSP ) 1.2 , Hands - Free Profile ( HFP ) 1.5 , Phone Book Access Profile ( PBAP ) 1.0 , Advanced Audio Distribution Profile ( A2DP ) 1.2 , General Audio / Video Distribution Profile ( GAVDP ) , General Audio / Video Distribution Profile ( GAVDP ) 1.2 , the Dial - Up Networking Profile ( DUN ) , File Transfer Profile ( FTP ) , Object Push Profile ( OPP ) 1.2 , Audio / Video Remote Control Profile ( AVRCP ) 1.3
                    
        Wi - Fi : WLAN IEEE 802.11 b / g / n
                    
        WLAN Security : EAP-TTLS/MSCHAPv2 , WPA , WEP , WPA - Enterprise , WPA - Personal , PEAP - MSCHAPv2 , WPA2 ( AES / TKIP ) , WPA2 - Enterprise , WPA2 - Personal , EAP - TLS
                    
        Other wireless connectivity : WAPI
                
        network Data
                    
        WCDMA : 900 MHz , 2,100 MHz
                    
        Max DL Speed ​​Data WCDMA : HSDPA - 7.2 Mbps
                    
        Maximum data speed WCDMA UL : HSUPA - 5.76 Mbps
                    
        Network GSM : 850 MHz , 900 MHz , 1,800 MHz , 1,900 MHz
                    
        Maximum data speed GSM DL : 236.8 kbps EGPRS
                    
        Maximum data speed GSM UL : 85.6 kbps GPRS
                
        management Daya2
                    
        Battery capacity : 1500 mAh
                    
        Battery voltage : 3.7 V
                    
        Removable battery : Yes
                    
        Maximum standby time : 28 days
                    
        Maximum 2G talk time : 13.3 hours
                    
        Maximum 3G talk time : 10.5 hours
                    
        Maximum standby time with dual SIM : 17 days
                    
        Maximum music playback time : 26 h
                    
        Maximum video playback time : 8.4 hours
                    
        Maximum cellular network roaming time : 4.5 h
                    
        Time roaming Wi-Fi network maximum : 4.7 h
                
        processor
                    
        Name processor : Qualcomm Snapdragon ™ S4
                    
        Types of processors : Dual - core 1 GHz Dual - core 1 GHz
                
        memory
                    
        User data storage : The device , memory card
                    
        RAM : 512 MB
                    
        Mass Memory : 4 GB
                    
        The size of the memory card can be added : MicroSD
                    
        Maximum memory card size : 32 GB

            
        Software and applications
                
        features productivity
                    
        Features ( Personal Information Management ) : Calculator , Clock , Calendar with location support , Calendar , Call Number Still , Alarm clock with ring tones , phone books , social networks Phonebook
                    
        Sync : Exchange ActiveSync
                    
        Sync content : Calendar , Contacts
                
        Other applications
                    
        Game Features : Touch UI
                    
        Graphic formats : JPEG , BMP , GIF89a , PNG , WBMP , GIF87a
                
        Software platform and User Interface
                    
        Operating system : The software platform Nokia X
                    
        Software release : Platform software Nokia X 1.0
                    
        Software updates : Firmware update Over The Air ( FOTA )

            
        communication
                
        Email and Olahpesan3
                    
        Solutions email : Native Email Client , Microsoft ActiveSync , Hotmail , Yahoo! Mail
                    
        Email protocols : SMTP , IMAP4 , POP3 , IMAPS , EAS
                    
        Features email : Email attachments , HTML mail , multi email account , always up - to-date , view email attachments
                    
        Instant Messaging : Facebook , WeChat , Viber , Twitter
                    
        Features messaging : Instant messaging , multi Elimination SMS, text messaging , MMS / SMS editor combined , Resize images automatically for MMS , Multimedia Messaging , Push Notifications for IM , chat style SMS conversation , a combined inbox for SMS and MMS
                
        call management
                    
        Features ( Call Management ) : Call waiting , call history , call forwarding , call log : dialed, received , and missed calls , Conference calling , Call Number Fixed , integrated handsfree speaker , Speed ​​dialing , Voice , Skype voice calls
                    
        Phonebook : The phonebook integrated
                    
        Contact : Not limited
                    
        Ringtones: Ring tones may be downloaded , MP3 Ringtones
                    
        Damping noisy : Yes
                    
        Speech codecs : GSM FR , GSM HR , AMR - NB , AMR - WB , GSM EFR
                    
        VoIP codecs : AMR - NB , AMR - WB , G.711 , G.722 , G.722.1

            
        security devices
                
        security
                    
        Enterprise security features : Mobile VPN , encryption of data to the device
                    
        Public Safety Feature : The firmware update , device lock , PIN codes , access codes locking device , the locking device password

            
        Sharing and Internet
                
        Exploring and Internet
                    
        Browser : Nokia Browser , Opera , HTML
                    
        Social applications : Facebook , Twitter , WeChat , Viber , Skype
                    
        Share your photos : Twitter , Facebook , Send as an email attachment , via Bluetooth Sharing
                    
        Video sharing : Sharing videos to social networks and the Internet , Facebook , Sharing via Bluetooth
                    
        Hotspot Wi - Fi : Up to 8 Wi- Fi enabled device
                    
        Hotspot Wi - Fi : Up to 8 Wi- Fi enabled device

            
        navigation
                
        GPS and navigasi4
                    
        Service and navigation features : Drive HERE , HERE Maps
                    
        Navigational features : a free map , offline map
                    
        GPS : A - GPS , Positioning Wi-Fi networks and cellular

            
        photography
                
        The main camera
                    
        The main camera sensor size : 3 MP
                    
        Camera resolution : 2,048 x 1,536 pixels
                    
        Focus Camera Type : Focus remains
                    
        Camera digital zoom : 4 x
                    
        Sensor size : 1/5 inches
                    
        F number / aperture camera : f / 2.8
                    
        Camera focus distance : 32.4 mm
                    
        The minimum focusing distance of the camera : 50 cm
                    
        Camera image formats : JPEG
                    
        Camera Flash Type : Without flash
                
        The main camera features
                    
        Camera Features : setting Manual and Automatic White Balance , Active toolbar , Still Image Editor , Face recognition , Auto Exposure , weighted auto exposure
                    
        Add - ons digital camera : Lens Panorama
                
        shooting
                    
        Scene modes : Panorama , Video , Silent
                    
        Colour tone modes : Sepia , Solarize , Normal , Negative
                    
        White balance modes : Cloudy , Incandescent , Fluorescent , Daylight , Automatic
                    
        Light Sensitivity : Auto , ISO 100 , ISO 200 , ISO 400
                    
        Pictures displayed in : Albums , Timeline

            
        Music and Audio
                
        music
                    
        Application of music : Nokia MixRadio
                    
        Audio Features : Playlists in the music player , streaming audio , music player , Loudness , Media Player , graphic display albums in music player , Audio Equalizer
                
        music Format
                    
        Codec : MP3 , AMR - NB , FLAC , MIDI
                    
        Audio formats : MP4 , AAC , MP3 , MIDI
                
        radio
                    
        Features Radio : Stereo FM Radio

            
        Video
                
        The main video camera
                    
        Video resolution camera : FWVGA ( 864 x 480 )
                    
        Frame rate of the video camera : 30 fps
                    
        Magnification video Camera : 4 x
                    
        Video playback frame rate : 30 fps
                    
        Video playback codecs : H.263 , H.264/AVC , MPEG - 4
                    
        Video playback file formats : 3GP , MP4
                    
        Video recording format : 3GP/H.263
                    
        Video white balance modes : Cloudy , Fluorescent , Incandescent , Auto, Daylight
                
        The main features of the video camera
                    
        Video Streaming : Streaming of video and Internet services
                    
        Color video recording modes : Black - White , Negative , Sepia

            
        environment
                
        environmental features
                    
        Energy efficiency : automatic screen brightness adjustment
                    
        Eco content and services : Available at Nokia Store , HERE Drive : route optimization , HERE Maps : pedestrian navigation
                    
        Product can be recycled ( maximum ) : 100 % can be recovered as materials and energy
                    
        User : Printing one color
                    
        Packaging : Made of recyclable , minimal packaging , packaging 100 % recyclable , recycled material contains up to 75 % , Guaranteed using natural wood fibers up to 55 %

            
        accessibility
                
        accessibility features
                    
        Hearing : Vibrating alert
                    
        Vision : Vibrating alert
                    
        Physical Skills : Speed ​​dial

            
        package contents
                
        Box
                    
        Sales package : Nokia X Dual SIM , High Efficiency Charger AC - 20 , Nokia Battery 1500 mAh BN - 01 , Nokia Stereo Headset WH - 108 , Quick start guide

Blenduk Church Semarang jawa tengah, Indonesia

Church Blenduk SemarangIndonesian From Wikipedia , the free encyclopedia
Church BlendukWestern Indonesia Protestant Church Immanuel

Blenduk Church ( sometimes spelled Blendug Church and often pronounced as mBlendhug ) is the oldest Christian Church in Central Java built by the Dutch who live in the city in 1753 , with a hexagonal shape ( square eight ) . The church is actually named GPIB Immanuel Church , on Jl . Letjend . Suprapto 32 . Huge dome , covered in bronze , and in it there is a baroque organ . Architecture in it is based on a Greek cross . The church was renovated in 1894 by W. Westmaas and HPA de Wilde , who added the two towers at the front of the church building . Blenduk name is the nickname of the local community which means dome . The church today is still used every Sunday . Around the church there are also a number of other buildings from the Dutch colonial period .List of pastorsBlenduk in kr . 1940
The following is a list of pastors who served the church since the church was built to date . This list can be found in the inscriptions found on the walls of the church building . [ 1 ]

    
Johannes Wilhelmus Swemmelaar ( 1753-60 )
    
David Daniel van Vianen ( 1760-62 )
    
Gideon Simon ( 1762-66 )
    
Coetzier Cornelius ( 1766-72 )
    
Jonas van Pietersom Ramring ( 1767-70 )
    
Lipsius Johannes ( 1772-76 )
    
HermanusWachter ( 1777 )
    
Fredericus Montanus (1778 - 1814)
    
Gottlob Bruckner (1814 - 1816)
    
Dr.Diederik Lenting ( 1816-17 )
    
Gerard van den Bijllaard ( 1819 )
    
Dr.Diederik Lenting ( 1819-20 )
    
Gerard van den Bijllaard ( 1820-21 )
    
Dominicus Anne Manstra ( 1821-27 RIP )
    
Pieter van Laren ( 1828-36 )
    
Pieter Cornelis Lammers van Toorenburg ( 1836-40 )
    
Johannes Hendrik van Rossum ( 1840-43 )
    
Ulrich Frederik van Hengel ( 1843)
    
Herman Hendrik Schiff ( 1844-47 )
    
January Jurrien Scheuer ( 1847-51 )
    
Frederik van der Maar Corneille van Kulleler ( 1851-64 )
    
Ulrich Frederik van Hengel ( 1860-71 )
    
Pieter Leonard de Gaay Fortman ( 1864-66 )
    
Karel Joseph Kam ( 1866-69 )
    
Albert van Davelaar ( 1869-73 )
    
Barend Johannes Ovink ( 1871-72 )
    
Frederic Johan Jacobus Prins ( 1872-75 )
    
Caspar Adam Trootensburg Laurens van de Bruijn (1873 )
    
Hendrik Sanders Balm ( 1873-74 )
    
Haijte van Ameijdem van Duijm (1874 - 1885)
    
Barend Johannes Ovink (1875 - 1888)
    
January Faber ( 1885-87 )
    
Ijnze Radersma ( 1886-89 )
    
Haijte van Ameijdem van Duijm ( 1887-90 )
    
Willem Mallinckredt ( 1899-94 )
    
Dr.Wouterus van Lingen ( 1890-95 )
    
Cornelis Rogge ( 1892-94 )
    
Abraham Samuel Carpentier Alting ( 1895-97 )
    
Willem van Griethuijsen ( 1895-97 )
    
Dr.Wouterus van Lingen (1897 )
    
Joan Frederic Verhoeff ( 1897-98 )
    
Johan Hendrik Christiaan Israel ( 1898-99 )
    
Johannes Cornelis Ijsbrand Bussingh de Vries (1898 - 1900)
    
Joan Frederic Verhoeff (1899 - 1904)
    
Dr.Aart Christian van Leeuwen ( 1900-04 RIP )
    
Johannes Cornelis de Vries Ijsbrand Bussingh ( 1904-04 )
    
Johan Hendrik Christiaan Israel (1903 )
    
Jean Henri de Vries ( 1904-07 )
    
Dr.Wouterus van Lingen ( 1904-06 )
    
Ari Adama ( 1905-05 )
    
Joan Frederic Verhoeff ( 1907-08 )
    
Tonke Pilon ( 1908-10 )
    
Evert van Loon ( 1909-10 )
    
Frans Willem Richeld Kyftenbelt ( 1910-11 )
    
Georg Hennemann ( 1910-11 )
    
Johannes Mechtelinus Coops ( 1911-12 )
    
Abraham Hagedoorn ( 1911-19 )
    
Warner van Griethuysen ( 1912-14 )
    
January Brink ( 1914-21 )
    
Dirk Jacobus Leepel ( 1919-20 )
    
Bernardus Johannes Audier ( 1920-22 )
    
Johannes Mechtelinus Coops ( 1921-27 )
    
Gerrit January Reindert Langen ( 1922-28 )
    
Terlet Arnoidus Rudolf Johannes ( 1927-29 )
    
Anton Adriaan Cornelis Gijsbert van den Wijngaard ( 1928-30 )
    
Matthijs van Tangerloo Bernard ( 1930-33 )
    
Hermanus Sterrenga ( 1930-31 )
    
Johannes Matthijs Lindeijer ( 1931-34 )
    
Karel Frederik Creutzberg ( 1933-34 )
    
Jacques Louis Brinkerink (1934 )
    
Bastiaan Cornelis Boere ( 1934-36 )
    
George Willem Cornelis Vunderink ( 1935-41 )
    
Gerard Wijsbrands Redingius ( 1935-40 )
    
Karel Frederik Creutzberg ( 1936-40 )
    
Johana Hermina Stegeman ( 1940-41 )
    
Egbertus Floris van Leeuwen ( 1940-43 )
    
Johan Carel Hamel ( 1941-42 )
    
Eppa Smith ( 1945-46 )
    
Casper Spoor ( 1946-49 )
    
W.H.F. Ter Braak ( 1947-49 )
    
Eppa Smith ( 1949-54 )
    
de HAART ( 1954-60 )
    
Richard Palii ( 1954-60 )
    
Warouw Willem Bernard ( 1960-63 )
    
Augustine Roberth Molle ( 1963-67 )
    
January Hattu Frederick ( 1967-78 )
    
Robert Rein Daada ( 1978-84 )
    
Yopie Hukom , S.Th. ( 1984-88 )

    
Theophilus Natumnea , S.Th. ( 1988-92 )
    
Andreas Rudolf Tendean , S.Th. ( 1992-95 )
    
Mark Kurami Tumakaka , S.Th. ( 1995-98 )
    
Meyer Meindert Pontoh , S.Th. ( 1998 - now



Gereja Protestan Indonesia Barat Immanuel


Gereja Blenduk is located in Indonesia

Minggu, 01 Juni 2014

special fried rice recipe

Simple Fried Rice recipe is also delicious with no less special dam will be special fried rice when the stomach is growling to be filled . Want to find out the seller who used to hang out has been closed , as a result if there are still remaining rice and made ​​feasible for an impromptu menu let's make fried rice itself . If you do not know the herbs used to open the info recipes , as my friend open sedaang today :)
Fried Rice Recipe Simple and tastyFried Rice Recipe
The fried rice is simple and practical without complicated as we review the above , take the money and buy at street vendors or restaurant . But if you've shut take a minute better than starving . Really easy to make a simple fried rice , let alone the ingredients and spices can easily find it in the kitchen . It would be better if there was more chicken eggs , sausage or chicken goreng.Oks .. please scrutiny recipes and how to make the following simple fried rice
The materials required :

    
2 servings of white rice
    
2 chicken eggs , beaten
    
Cooking oil for frying

Fried rice seasoning ( crushed ) :

    
5 pieces of red chilli
    
3 spring onions
    
4 cloves of garlic .

Spices and seasonings :

    
Salt to taste .
    
Flavoring to taste .
    
Soy sauce to taste .
    
Fried red onion , sprinkling

Supplementary Material :

    
crackers
    
Sliced ​​Cucumbers / Pickles
    
sliced ​​Tomatoes
    
chili paste

How to Make Fried Rice

    
Heat a pan , put the beaten egg , then enter the wait half-baked spice that has been smoothed . Stir until the aroma out .
    
Enter the white rice , salt , flavoring and soy sauce to taste . Stir until all mixed and evenly . lift
    
Serve on a plate , if necessary, add more eggs fried or scrambled eggs
    
For the presentation do not forget the crackers and slices of cucumber / pickle let more palatable

 

Mount Nglanggeran Ancient Volcano Nglanggeran village , Patuk , Gunungkidul , Yogyakarta , Indonesia

Mount NglanggeranAncient VolcanoNglanggeran village , Patuk , Gunungkidul , Yogyakarta , Indonesia
Nglanggeran mountain is an ancient volcano -shaped giant boulder . Besides being able to watch the sunset and sunrise is breathtaking and sparkling Jogja at night , in the East Peak Nglanggeran also a mystery hamlet with 7 heads of the family .
Watching the sun rise from the top of the mountain is a luxury that not everyone can enjoy it . The extreme , unpredictable weather , tough journey , as well as the distance to be within walking distance of a major barrier for some people . However, this does not apply in Mount Nglanggeran , Patuk , Gunungkidul . It takes only 1 to 1.5 hours of climbing , you will arrive at the summit of Mount Nglanggeran west , Mount Gede . Beautiful scenery was welcome feast for the eyes . As far as the eye could see visible expanse of clouds in height , stone mountain range with a unique shape , township residents , as well as green rice paddies and fields . At dusk approaching , the city of Yogyakarta will look like a sea of ​​fireflies. Light sprinkling of stars and sparkling city lights visible from a distance becomes a romantic view for anyone who camped on this mountain .
Mount Nglanggeran an ancient volcano that was active tens of millions of years ago . Located in the karst region Baturagung , mountain litologinya composed by fragments of old volcanic material has two peaks that peak and peak east west , as well as a caldera in the middle . Currently Mount Nglanggeran a row of giant rock mountain with views of the exotic and unique shapes and with different names folklore as escorts . The mountains are usually named according to its shape , like 5 Finger Mountain , Mount color , and Mount Wayang .
It was still early when YogYES to the top of the east Nglanggeran . According to the manager , this place is the best spot for sunrise and conveniently . Unfortunately when YogYES arrive reluctant to move so dense clouds covered the sun . Since not get to watch the sunrise , YogYES choose to visit the house of Mbah Redjodimulyo as elders who live in Pucak Nglanggeran . According to Mbah Redjo , Hamlet Tlogo existing Mardidho Nglanggeran Peak 7 may only be occupied by the head of the family . If the head of the family who lived in this village are more or less there will be bad things that are not desirable . This can be seen by the presence of the tomb in the Peak Nglanggeran . Therefore , if their children are married then the new family had to leave the village Tlogo Mardhido .
After visiting the village with 7 heads of families , YogYES back to base camp and try to climb Mount Gede . In contrast to the eastern peak could still be achieved using a motorcycle , to reach Mount Gede mandatory tracking anyone . Down the path with stone hill on the right and left of the road becomes engrossing experience . Getting to the top , the road is getting steep . Some straps are installed to facilitate the climbers . Not to sigh over , facing new challenges . A narrow slit with nan steep rock hill on the right and left welcome . Rather dark narrow corridor that is only passable by one person . Shortly after successfully defeated him a friend said , " It's like in the movie 127 Hours , racking but cool ... "
Tickets : Rp . 3000 ( afternoon ) ; Rp . 5000 ( evening )












  

Lawang Sewu Semarang Central Java, INDONESIA


lawang sewu semarang
Semarang - Lawang Sewu is a relic of ancient Dutch building that was built in 1904. Originally this building for corporate headquarters rail (tram) Dutch colonizers or Nederlandsch Indishe Spoorweg Naatschappij (NIS). Three-storey building art deco (1850-1940) is renowned Dutch architect, Prof. Jacob F Klinkhamer and BJ Queendag. Lawang Sewu is located on the east side of Tugu Muda Semarang, or on a street corner Pandanaran and street youth. Called Lawang Sewu (Thousand Doors), this is because the building has a door that very much. In fact, there is not a door to a thousand. This building has a lot of height and width of the window, so people often take it as a door.



 The main building Lawang Sewu a three-story building has two wings extending to the right and left parts . When visitors enter the main building , they will find a large staircase to the second floor . Among the stairs there is a large glass shows a picture of two young Dutch women are made ​​of glass . All building structures , doors and windows adapting the Dutch architectural style . With all the exotic and beauty Lawang Sewu is one of the beautiful places for pre wedding .
Lawang Sewu Restoration Post :
After such a long mace sewu neglected , finally Lawang Sewu done restoration that takes a long time , finally completed in late June 2011 and re- opened to the public after the date of July 5, 2011 inaugurated by First Lady Ani Bambang Yudhoyono and continued with the event Craft Fair Featured archipelago featuring traditional products from around the archipelago . Here's a photo after photo restoration Lawang Sewu :


:
Lawang Sewu Pasca Restorasi
Sisi kanan Lawang Sewu
sisi belakang lawang sewu
seribu pintu lawang sewu

malioboro, jogjakarta

Malioboro Street is the street name for one of the three street area in the city of Yogyakarta, which stretches from Tugu Yogyakarta up to the intersection of Post Office in Yogyakarta. Overall Mangkubumi consists of Prince Road , and Gen. Street . A. Yani . This road is Imaginary Lines Kraton shaft .
On December 20, 2013 , at 10:30 by Sri Sultan Hamengkubuwono X name two streets Malioboro is returned to its original name , Prince Street Mangkubumi be Margoutomo road , and Gen. Street . A. Yani be Margomulyo way . [ 1 ]
There are several historical objects in the three- way include Tugu Yogyakarta , Tugu Station , Great House , Beringharjo , Vredeburg and Monuments Attack Oemoem March 1 .
Malioboro Street is very popular with the street vendors who peddle handicrafts Jogja and Lesbian stalls at night selling food jogja typical warm as well -known as a gathering place for artists who often express their abilities such as playing music , painting , hapening art , mime , and others along the way 




view picture